Senin, 19 April 2010

KONSEP DAN ASKEP KELUARGA

KONSEP PENGKAJIAN KELUARGA
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar

1. Keperawatan Kesehatan Keluarga
Keluarga adalah dua atau lebih yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam peranannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan (Bailon & Maglaya, 1989).
Alasan keluarga sebagai unit pelayanan keperawatan menurut Friedman, keluarga adalah sebagai unit utama dari masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat. Keluarga sebagai kelompok dapat menimbulkan, mencegah, mengabaikan atau memperbaiki masalah-masalah kesehatan keluarga dalam kelompoknya sendiri, masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan, penyakit pada salah satu anggota keluarga juga akan mempengaruhi seluruh keluarga tersebut. Keluarga merupakan perantara yang efektif dan mudah untuk berbagai usaha kesehehatan masyarakat, perawat dapat menjangkaua seluruh masyarakat melalui keluarga. Dalam memelihara klien sebagai individu keluarga tetap berperan dalam pengambilan keputusan dalam melakukan pemeliharaan anggota keluarga. Keluarga merupakan lingkungan yang serasi untuk mengembangkan potensi tiap individu yang menjadi anggota dalam keluarga.
Sedangkan tujuan perawatan kesehatan keluarga adalah memungkinkan keluarga untuk mengelola masalah kesehatan dan mempertahankan fungsi dan melindungi keluarga serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat tentang perawatan kesehatan.


2. Tipe-tipe Keluarga
a. Keluarga inti (Nuclear Family) yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya dalam satu rumah.
b. Keluarga besar (Extanded Family) yaitu keluarga inti di tamdah dengan sanak saudara, misalnya kakek, nenek, bibi, keponakan, saudara sepupu dll.
c. Keluarga berantai (Serial Family) yaitu keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
d. Keluarga duda/ janda (Single Family) yaitu keluarga yang terjadi perceraian atau kematian.
e. Keluarga berkomposisi (Composite) yaitu keluarga yang perkawinanya berpoligami dan hidup bersama.
f. Keluarga kabitas (Cohabitation) yaitu dua orang yang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.

3. Fungsi Keluarga (Friedman)
a. Fungsi afektif
- Perlindungan psikologis.
- Rasa aman.
- Interaksi.
- Mendewasakan.
- Mengenal identitas diri individu.
b. Fungsi sosialisasi peran
- Fungsi dan peran di masyarakat.
- Sasaran untuk kontak sosial di dalam dan di luar rumah.
c. Fungsi reproduksi
- Menjamin kelangsungan generasi dan kelangsungan hidup bermasyarakat.

d. Fungsi memenuhi kebutuhan fisik dan perawatan
- Sandang, pangan dan papan.
- Perawatan kesehatan.
e. Fungsi ekonomi
Pengadaan sumber dana, pengalokasian dana dan pengaturan keseimbangan.
f. Fungsi pengontrol/ pengatur
Memberikan pendidikan dan norma-norma.
4. Tugas dan perkembangan (Duvall)
a. Keluarga baru (Beginning Family)
Pasangan yang belum mempunyai anak yang mempunyai tugas perkembangan antara lain: membina hubungan dan kepuasan bersama, menetapkan tujuan bersama, membina hubungan dengan keluarga lain, merencanakan jumlah anak dan mempersiapkan diri menjadi orang tua.
b. Keluarga dengan anak I < equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8">B. PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn DH

DENGAN DIABETES MELITUS

PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Hari/tanggal : Sabtu, 10 januari 2009

Oleh : Khomsiatu Rohimah

Metode : Wawancara, observasi dan pemeriksan fisik

A. DATA KELUARGA

Identitas Keluarga

a. Nama KK : Tn Ws

b. Jenis Kelamin : Laki-laki

c. Umur : 45 tahun

d. Pendidikan : SD

e. Agama : Islam

f. Pekerjaan : Buruh

g. Alamat : Desa Dukuh RT 4/02

Mojolaban, Sukoharjo

h. Suku/kebangsaan : Jawa / Indonesia

i. Jumlah anggota keluarga : 4 orang (Termasuk KK)

Susunan Anggota keluarga

N0

Nama

Umur

Sex

Hub dg KK

Pendd

Pekerjaan

Ket

1

2

3

4

Ny S

Tn. SW

An. T

An. K

38 th

85 th

14 th

5 th

Pr

Lk

Lk

Pr

Isteri

Ayah

Anak

Anak

SMP

-

SMP

TK

IRT

Tidak bekerja

Pelajar

Pelajar

Sehat

Sakit DM

Sakit Kusta

Sehat

Tipe keluarga

Jenis keluarga ini adalah keluarga inti/nuclear family dimana dalam keluarga terdiri ayah ibu, anak dan kakek.

Genogram




Keterangan :

: Perempuan : Meninggal

: Laki-laki

: Garis Perkawinan

: Garis Keturunan

: Tinggal dalam satu rumah

: Tn SW dan An.T

Suku Bangsa dan Agama

Keluarga Tn WS semuanya suku jawa asli. Semua anggota keluarga beragama Islam.

Status Sosial Ekonomi Keluarga

Secara umum ekonomi keluarga tergolong mampu, kepala keluarga bekerja sebagai buruh. Keluarga mengatakan penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Aktifitas Rekreasi

Keluarga tidak mempunyai jadwal rekreasi yang teratur, karena anaknya masih sekolah.

B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini

Keluarga W saat ini masuk pada tahap perkembangan keluarga dengan anak yang baru mulai tumbuh remaja, dan anak yang mulai masuk sekolah.

2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi

Keluarga merasa belum puas karena anaknya masih sekolah di bangku SMP dan TK, tetapi keluarga yakin pada saatnya nanti anak-anaknya dapat pekerjaan sehingga dapat meringankan beban orang tua.

3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti

Ny. S

Ny. S mengatakan tidak mengeluh sakit yang berat. Saat dikaji TD 130/80 mmHg, Nadi t8 x/menit, tidak berdebar-debar. Ny.S mengatakan badanya sehat tidak ada keluhan terhadap gejala suatu penyakit.

Tn. SW

Tn. SW mengatkan mengeluh menderita penyakit gula sejak 1 tahun yang lalu.Tn. SW pada awalnya mengeluh banyak minum, banyak kencing dan mudah merasa lelah. Pada saat badannya terasa lemas dan berkeringat dingin, kaki terasa gatal tetapi tidak terdapat luka. Karena merasa tidak kunjung sembuh akhirnya berobat ke dokter swasta yang lain dan disarankan untuk memeriksakan kadar gula darah. ± 5 bulan yang lalu klien menjalani rawat inap di Rumah Sakit dengan keluhan badan terasa tidak nyaman terasa pegal-pegal, sering kencing.Berdasarkan pemeriksaan laboratorium kadar gula darah Tn.SW sekitar 280 mg/dl kemudian oleh dokter, Tn. SW diberikan Obat Anti Diabetik yaitu Glibenclamid 1/2 tablet perhari dan klien disarankan untuk kontrol secara teratur. Saat dikaji Tn. SW mengatakan tidak tahu kadar gula darahnya sekarang. Tn. SW sekarang masih aktif kontrol ke dokter swasta tetapi tidak periksa kadar gulanya. Keluarga juga mengatakan belum tahu mengenai penyakit dan komplikasi serta perawatanya. Hasil pemeriksaan fisik TD 140/90, N : 72 x/mnt. RR : 18 x/mnt, TB : 163 cm. Tidak ada hypoestesi, tidak ada luka.

Tn DH

Mengatakan belum pernah sakit yang berat, saat dikaji TD 130/80 mmHg, N : 78x/mnt, tidak berdebar-debar. Mengatakan badannya sehat, tidak ada keluhan terhadap gejala suatu penyakit.

An K

Mengatakan bahwa keadaannya sehat-sehat, tidak mengalami keluhan. Perkembanganya sesuai dengan umurnya.

4. Kebiasaan Anggota keluarga sehari-hari.

a. Makan

Keluarga Tn W terbiasa makan 3 kali sehari dengan komposisi nasi, lauk pauk, sayuran, buah kadang-kadang. Namun keluarga jarang makan bersama-sama karena waktu makan menyesuaikan dengan aktifitas masing-masing. Tn.SW belum diberikan diet khusus dan menu masih sama dengan keluarga yang lain, hanya saja mengurangi gula jika minum the menggunakan gula jagung dan minum obat anti diabetic.

b. Minum

Semua anggota keluarga mempunyai kebiasaan minum air putih dan teh yang sudah dimasak rata-rata 6 – 8 gelas per hari.

c. Cara mengolah makanan

Ny. S memasak makanan sendiri di dapur , cara memasak sayuran biasanya dipotong baru dicuci. Air minum dari sumur dan selalu dimasak lebih dahulu.

d. Cara penyajian

Makanan yang disajikan di meja setelah dimasak, bila ada sisa ditutup di atas meja dengan tutup saji. Keluarga yang mau makan ambil sendiri-sendiri.

e. Pola aktivitas dan Istirahat

Kebiasaaan istirahat masing-masing anggota keluarga Tn S bervariasi sesuai aktivitas masing-masing. Setiap anggota keluarga mempunyai kebiasaan tidur siang.

f. Kebiasaan keluarga yang merugikan kesehatan

Tn S mempunyai kebiasaan merokok sekitar dan jarang berolah raga karena tidak sempat.

II. ANALISA DATA DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

Data

Masalah Keperawatan

Kemungkinan Penyebab

Typologi Masalah

Data Subyektif

1. Keluarga Mengatakan

§ Tn.SW sakit DM sejak 1 th yang lalu, saat ini merasa tidak ada masalah dan os merasa sembuh

§ Tn. SW Tidak tahu komplikasi DM, penyebab dan perawatannya.

2. Tn SW merasa bahwa dengan makan sedikit dan tidak manis, maka penyakit akan sembuh

3. Tn SW mengatakan kadang-kadang kakinya kesemutan

Data Obyektif

1. KU baik, turgor kulit baik, lapang pandang baik, tajam penglihatan baik.

2. TD : 140/90 mmHg

Nadi : 72 kali/menit

Resp : 18 kali/menit

Temp : 36,40C

TB : 163 Cm

BB : 58 Kg

Resiko terjadinya komplikasi penyakit DM pada Tn. SW

Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita DM

Resiko

Data Subyektif

1. Keluarga mengatakan Tn SW memiliki kebiasaan merokok

2. Tn SW mengatakan bahwa dia jarang berolah raga

Data Obyektif

Resiko terjadinya penyakit Kardiovaskuler

Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan

Resiko

III. PERENCANAAN

a. Penentuan Prioritas Masalah

1. Resiko terjadinya komplikasi penyakit DM pada Tn. SW berhubungandengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita DM karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang DM

No

Kriteria

Hitungan

Skor

Pembenaran

1.

Sifat masalah : resiko

2/3 x 1

2/3

Ny S. menderita DM sudah sejak lama tetapi belum tau cara perawatannya sehingga beresiko terjadi komplikasi .

2.

Kemungkinan masalah dapat diubah : Mudah

2/2 x 2

2

Sumber daya keluarga cukup,pendidikan cukup,fasilitas kesehatan mudah dijangkau.

3.

Potensial untuk dicegah : cukup

2/3 x 1

2/3

Ny. S merasa sudah sembuh, sudah berobat dan ada faktor resiko tinggi (keturunan keluarga).

4.

Menonjolnya masalah : Ada masalah tetapi tidak perlu segera ditangani

1/2 x 1

1/2

Keluarga merasa keadaan Ny. S sudah membaik sehingga akan kontrol bila ada keluhan .


Jumlah


3 5/6


2. Resiko terjadinya penyakit Kardiovaskuler An T berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan.

No

Kriteria

Hitungan

Skor

Pembenaran

1.

Sifat masalah : Resiko

2/3 x 1

2/3

Karena Tn DH merokok dan

jarang berolah raga maka beresiko terjadinya hipertensi.

2.

Kemungkinan masalah dapat diubah : sebagian

½ x 2

1

Pendidikan keluarga yang cukup,sumber daya keluarga yang memadai dan mudahnya mendapat fasilitas olahraga.

3.

Potensial untuk dicegah : cukup

2/3 x 1

2/3

Menghentikan/mengurangi kebiasaan merokok merupakan hal yang pelik, namun Ny S sdh sering mengingatkan Tn DH .

4.

Menonjolnya masalah : Tidak dirasakan

0/2 x 1

0

Tn DH merasa tidak mengalami ggn kesehatan meskipun sudah merokok bertahun-tahun


Jumlah


21/3


Dari hasil skoring di maka urutan prioritas pemecahan masalah adalah :

1. Resiko terjadinya komplikasi penyakit DM pada Ny. S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang mengalami DM.

2. Resiko terjadinya penyakit Kardiovaskuler Tn DH berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan.

b. Perencanaan Keperawatan

No. Dx

Tujuan Jangka Panjang

Tujuan Jangka Pendek

Standar Evaluasi

Intervensi

1

Setelah diberikan perawatan 1 bulan keluarga mampu merawat Ny. S sehingga tidak terjadi komplikasi

Setelah dilakukan 4 kali kunjungan keluarga dapat

Mengetahui cara perawatan pada penderita DM

Memberikan perawatan dengan baik pada Tn Smi

Keluarga merawat Ny. S dengan Cara :

- Mengontrol kadar Gula Darah

- Berobat teratur

- Olahraga teratur

- mengatur diet secara tepat

- Mencegah komplikasi

1. Jelaskan konsep penyakit DM

2. Diskusikan dengan keluarga cara merawat Ny. S

3.Jelaskan cara mencegah komplikasi

4.Jelaskan dan diskusikan dengan keluarga tentang diet pasien DM

5. Jelaskan tentang olah raga dan perawatan kaki pasien DM

6. Anjurkan untuk kontrol gula darah secara teratur

7. Beri dukungan positif terhadap usaha keluarga selama ini.

2

Setelah diberikan perawatan 1 bulan keluarga dapat mengenal masalah kesehatan yang berkaitan dengan perilaku/gaya hidup

Setelah dilakukan 3 kali kunjungan keluarga dapat :

1.Mengenal masalah kesehatan

2.Tn DH mau mengurangi merokok secara bertahap

3.Tn, DH dapat berolah raga secara teratur dan memeriksakan tekanan darahnya secara teratur

- Tn DH mengurangi kebiasaan merokok secara bertahap

- Tn. DH memulai berolah raga secara teratur

1. Jelaskan pada keluarga tentang perilaku-perilaku yang dapat menimbulkan masalah kesehatan(penyakit)

2. Jelaskan pada keluarga tentang bahaya merokok, Cara mencegah meroko dan kiat-kiat berhenti merokok

3. Motivasi keluarga untuk mengurangi jumlah merokok secara bertahap.

4. Motivasi keluarga untuk berolah raga secara teratur

5. Motivasi keluarga untuk memeriksakan kesehatan secara teratur .

IV.PELAKSANAAN/IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

No. Dx

Waktu

Tindakan Keperawatan

Evaluasi

1

Rabu, 4 Agustus 2004

Pk. 09.30 – 10.00 WIB

§ Gali pengetahuan keluarga tentang penyakit DM

§ Diskusi dengan keluarga tentang tindakan keluarga yang sudah dilakukan

S

O

A

P

:

:

:

:

§ Keluarga mengatakan bahwa kencing manis adalah penyakit keturunan yang sulit untuk disembuhkan, dengan mengurangi makan maka akan sembuh dengan sendirinya

§ Keluarga nampak tertarik dengan beberapa masukan dari mahasiswa

§ Keluarga berharap dapat dijelaskan secara rinci tentang penyakit DM.

§ Kurangnya pengetahuan penderita tentang penyakit DM.

§ Tujuan belum tercapai

§ Penyuluhan tentang DM

1

Kamis,12 Agustus 2004 Pk.10.00-11.00 WIB

Memberikan penyuluhan tentang

§ Pengertian DM

§ Tanda dan Gejala

§ Faktor resiko

§ Komplikasi DM

§ Penatalaksanaan

§ - Tindakan pada keadaan hipoglikemia

S

O

A

P

:

:

:

:

§ Keluarga mengatakan paham dengan penjelasan yang disampaikan

§ Keluarga dapat menjelaskan kembali tentang pengertian,tanda dan gejala serta komplikasi DM dengan bahAsa yang sederhana.

§ Pengetahuan keluarga tentang penyakit DM bertambah

§ Tujuan tercapai sebagian

§ Beri penyuluhan tentang perawatan DM, Perencanaan makan, olah raga dan perawatan kaki

1

Kamis,19 Agustus 2004 Pk.10.00 – 11.00 WIB

Memberikan penyuluhan tentang

§ Perencanaan makan Bagi penderita diabetes

§ Olah raga bagi penderita diabetes

§ Mendiskusikan tentang perencanaan diit bagi Tn Smi

§ Memotivasi keluarga untuk mengontrol kadar gula darah Tn Smi dan kontrol secara teratur

S

O

A

P

:

:

:

:

§ Keluarga mengatakan paham dengan penjelasan yang disampaikan

§ Keluarga dapat menjelaskan kembali tentang komposisi makanan seimbang,prinsip perencanaan makan dan prinsip olah raga bagi penderita diabetes.

§ Tn Smi mengatakan akan periksa ke dokter dan mengontrol kadar gula darah

§ Pengetahuan keluarga tentang perencanaan makan dan olah raga bertambah

§ Keluarga dapat menyusun diit DM bagi Tn Smi

§ Bersama keluarga pantau tentang komposisi makanan yang dikonsumsi dan kegiatan olah raga Tn Smi

§ Tujuan tercapai sebagian

§ Beri penyuluhan tentang perawatan kaki dibetik

1

Selasa,24 Agustus 20042003 Pk.13.00–13.30 WIB

Memberikan penyuluhan tentang

Perawatan kaki Diabetik dan senam kaki :

§ Tujuan perawatan kaki

§ Resiko ulkus diabetik

§ Cara memilih sepatu

§ Cara perawatan kaki yang baik

§ Tindakan bila kaki luka yang perlu diperhatikan dalam perawatan kaki

S

O

A

P

:

:

:

:

§ Keluarga mengatakan paham dengan penjelasan yang disampaikan

§ Keluarga dapat menjelaskan kembali tentang tujuan perawatan kaki, Cara perawatan kaki, cara memilih sepatu dan senam kaki

§ Pengetahuan keluarga tentang perawatan kaki diabetik dan senam kaki bertambah.

§ Tujuan tercapai sebagian

§ Evaluasi tentang pengetahuan keluarga tentang DM dan perawatan bagi penderita DM.

1

Kamis,26 Agustus 2004 Pk. 10.00 – 10.30 WIB

Mengevaluasi kegiatan kunjungan keluarga

S

O

A

P

:

:

:

:

§ Keluarga mengatakan paham dengan penjelasan materi yang disampaikan tentan DM dan perawatannya.

§ Keluarga dapat menjelaskan kembali tentang penyakit DM dan perawatannya

§ Keluarga dapat mendemonstrasikan membuat contoh menu/diit Dm bagi Tn Smi

§ Keluarga dapat mendemonstrasikan cara perawatan kaki diabetik dan senam kaki

§ Tn Smi sudah memriksakan diri ke dokter dengan kadar gula darah puasa 148 mg/dl, gula darah 2 jam PP 232 mg/dl reduksi : ++

§ Masalah teratasi

§ Lakukan terminasi

2

Selasa,20-05-2003 pk.10.00–11.00 WIB

Memberikan penyuluhan tentang

- Pengaruh buruk merokok

- Cara mencegah merokok

- Kiat-kiat berhenti merokok

S

O

A

P

:

:

:

:

§ Keluarga mengatakan paham dengan penjelasan yang disampaikan

§ Keluarga dapat menjelaskan kembali tentang pengaruh buruk merokok, cara mencegah merokok dan kiat-kiat berhenti merokok. Pengetahuan keluarga tentang mencegah merokok dan berhenti merokok bertambah

§ Tujuan belum tercapai

§ Bersama keluarga memantau jumlah rokok yang dihabiskan Tn Smi sehari.

2

Kamis,29-05-2003 pk.10.30-11.00 WIB

Mengevaluasi dan memantau kebiasaan Tn Smi dan Sdr.AW

S

O

A

P

:

:

:

:

§ Keluarga mengatakan bahwa Tn Smi mau mengurangi kebiasan merokoknya dan Sdr.AW akan menyempatkan diri untuk berolah raga.

§ Tn Smi mengurangi merokoknya dari 12 batang menjadi 10 batang sehari

§ An M belum sempat berolah raga karena sibuk dengan pekerjaannya

§ Masalah teratasi sebagian

§ Menyerahkan pada keluarga untuk memotivasi Tn Smi dan Sdr.AW dan koordinasi dengan pihak PHN Puskesmas menindaklanjuti masalah ini.

§ Lakukan terminasi


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar