Selasa, 16 Juni 2009

FAKTOR-FAKTOR DALAM PENYEMBUHAN LUKA &PENKES





FAKTOR-FAKTOR DALAM PENYEMBUHAN LUKA
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka akut dan kronis secara umum adalah :1. Faktor Intrinsika. Usia, semakin tua akan semakin lama dalam proses penyembuhan luka. Hal ini dipengaruhi oleh adanya penurunan elastin dalam kulit dan perbedaan penggantian kolagen mempengaruhi penyembuhan luka.b. Status penyakit dan pengobatan, penderita yang mengalami penyakit seperti DM, karena terjadi mikroangiopai, neuropati dan masalah khusus yang terjadi pada penderita akan mempersulit penyembuhanc. Status nutrisi, zat makanan yang masuk kedalam tubuh seperti protein sangat dibutuhkan dalam proses neo-vaskularisasi, proliferasi fibroblast, sintesa kolagen dan remodiling luka. Asam amino adalah komponen struktural protein dan merupakan bagian penting dari deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA). Ini memberikan pola untuk mitosis sel dan enzym yang dibutuhkan dalam pembentukan jaringan.d. Oksigenasi dan perfusi jaringan, awal anjuri menyebabkan hipoksia dan merangsang pelepasan faktor pertumbuhan yang mendukung awal persemaian kapiler. Oksigen berpengaruh dalam angiogenesis, fungsi fibroblast, epithelisasi dan resistensi terhadap infeksi. Perfusi jaringan saling terkait dengan oksigenasi jaringan. Perfusi jaringan yang memuaskan merupakan hal yang essensial untuk oksigenasi. Volume darah beredar yang adekuat membawa hemoglobin yang kaya O2 ke jaringan. Masalah yang berkaitan dengan perfusi jaringan dan oksigenasi dapat diakibatkan oleh penyakit kardiovaskuler, paru dan hipovolemia.e. Merokok, merokok juga mengurangi perfusi dan oksigenasi jaringan dan menimbulkan efek merugikan pada proses penyembuhan luka 2. Faktor Ekstrinsika. Teknik pembedahan buruk, jikan jaringan di tangani secara kasar selama pembedahan, maka jaringan mengalami kerusakan yang luas, mengakibatkan hematom. Hal ini dapat meningkatkan resiko infeksi akibat hematom yang pecah. Ruang mati (dead space) mungkin juga terjadi jika jaringan tidak diperbaiki secara tepat selama pembedahan dan memberi peluang untuk berkembangnya infeksi luka.b. Drug treatment, obat juga mempengaruhi penyembuhan luka adalah steroid, obat anti inflamasi, obat antimitotic dan terapi radiasi. Steroid menghambat seluruh fase penyembuhan luka, menghambat fagositosis, sintesa kolagen dan angiogenesis. c. Manajemen luka yang tidak tepat, penggunaan teknik pembalutan yang tidak tepat, pemilihan dan penggunaan bahan balutan yang kurang tepat atau penggunaan antiseptik solution yang semestinya tidak diperlukan dapat menghambat proses penyembuhan luka.d. Psikososial yang merugikan, berbagai jenis faktor psikososial dapat memberikan efek merugikan pada penyembuhan luka. Seperti : buruknya pemahaman dan penerimaan terhadap program pengobatan atau kecemasan yang berkaitan dengan perubahan pada pekerjaan, penghasilan, hubungan pribadi dan body image (Morison, 1992)e. Infeksi, dari semua faktor yang memperlambat penyembuhan luka, infeksi adalah yang paling penting. Infeksi dapat terjadi jika selamaa persiapan pembedahan, selama pembedahan dan setelah pembedahan tidak dilakukan dengan prinsip aseptic dan antiseptic yang baik. Jenis luka dan lokasi pembedahan juga mempengaruhi resiko infeksi pada luka insisi.





NUTRISI UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN POST OPERASI




Oleh :
















PROGRAM PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2009

luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, atau perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan llistrik atau gigitan hewan,


Zat gizi/ nutrien peningkat imunitas.
Nutrisi akan mempengaruhi penyembuhan luka karena untuk proses penyembuhan luka diperlukan bantuan vitamin dan zat lain dalam tubuh yaitu protein, vitamin.

Protein
Manfaat protein
 Mempercepat penyembuhan luka
 Bahan dasar pembentuk sel-sel dan jaringan tubuh
 Baik untuk sistem pencernaan
 Memperkuat daya tahan tubuh
 Sebagai pemeliharaan, pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh
Sumber protein:
Telur, ikan, kerang, daging tanpa kulit, susu ,keju, kedelai, kacang hijau, pisang, kangkung, beras merah, ebi, kecambah, gandum,nasi, jagung, kacang panjang, kacang polong, buncis.

Vitamin
1. Vitamin A (Retinol)
Fungsi: Membantu pertahanan jaringan tubuh, serta jaringan kulit dan rambut yang sehat. Membantu fungsi mata. Sumber: hati, jeruk, wortel, brokoli, bayam, ubi kayu, keju, susu, dan produk margarin yang diperkaya vitamin A.
2. Vitamin D3 (Cholecalciferol)
Fungsi: Membantu mengatur metabolisme kalsium dan penyerapannya ke dalam tulang. Disebut pula sebagai “sunshine vitamin” karena terproses secara optimal pada saat kulit manusia terkena sinar ultraviolet matahari. Sumber: produk-produk susu yang diperkaya vitamin D, ikan tuna, salmon, dan minyak ikan cod.
3. Vitamin E (D-Alpha-Tocopherol)
Fungsi: Sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan sel-sel dalam tubuh. Sumber: minyak sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, gandum, dan sayur hijau.
4. Vitamin K (Phylloqinose)
Fungsi: Perlu untuk membantu menjaga tingkat kekentalan darah normal. Sumber: sayur mayur berwarna hijau
5. Vitamin B1 (Thiamin)
Fungsi: Membantu pelepasan energi dari karbohidrat pada proses metabolisme. Penting bagi kesehatan syaraf dan otot termasuk jantung. Membantu mencegah rasa capek. Sumber: gandum, kedelai, biji bunga matahari, kacang-kacangan.
6. Vitamin B2 (Riboflavin)
Fungsi: Membantu tubuh dalam proses metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein menjadi sumber energi. Membantu fungsi penglihatan, Penting juga untuk pertumbuhan sel-sel secara normal. Sumber: hati, daging ayam, ragi, ikan, kedelai, kacang-kacangan, biji bunga matahari, keju, telur, yogurt, susu, gandum, sayur hijau, rumput laut.
7. Vitamin B3 (Niacin, Nicotinamide)
Fungsi: Membantu proses metabolisme energi. Penting untuk kesehatan kulit dan jaringan pencernaan. Sumber: hati, ayam, ikan, kacang-kacangan, ragi, kedelai, buah-buahan, sayur hijau, gandum, susu, telur.
8. Vitamin B5 (Pantothenic Acid)
Fungsi: Penting untuk kesehatan kulit dan syaraf. Sumber: Kacang-kacangan, kedelai, biji-bijian, sayuran berwarna hijau gelap, daging ayam, buah-buahan, susu, dan royal jelly.
9. Vitamin B6 (Pyridoxine)
Fungsi: Membantu protein membentuk jaringan otot dan proses metabolisme lemak. Membantu proses produksi sel darah merah dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Sumber: Biji bunga matahari, kedelai, daging ayam, hati, telur, kacang-kacangan, sayur hijau, pisang, dan buah-buahan lainnya.
10. Vitamin B12 (Cyanocobalamin)
Fungsi: Penting dalam pembentukan sel darah merah. Menstimulasi pertumbuhan pada anak. Membantu kinerja fungsi sistem syaraf serta proses metabolisme protein dan lemak dalam tubuh.
Sumber: Protein hewani seperti daging, ikan, kerang, ayam, juga susu, yogurt, dan telur.
11. Vitamin C (Ascorbic Acid)
Fungsi: Sangat penting bagi optimasi jaringan konektif yang ada pada kulit, tulang rawan, tulang, dan gigi. Membantu proses penyembuhan luka. Merupakan antioksidan yang ampuh. Merangsang sistem kekebalan tubuh. Dan membantu penyerapan mineral besi. Sumber: buah-buahan yang memiliki rasa asam (citrus), beri, melon, sayuran berwarna hijau gelap, tomat, kentang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar