Jumat, 19 Juni 2009

KUMPULAN SAP MATERNITAS



c. Evaluasi hasil
a. Ibu mampu mengetahui tentang pengertian perawatan payudara ibu menyusui
b. Ibu mampu mengetahui tentang manfaat perawatan payudara ibu menyusui
c. Ibu mampu mengetahui tentang cara melakukan perawatan payudara
d. Ibu mampu mengetahui tentang keuntungan menyusui
e. Ibu mampu mengetahui tanda – tanda menyusui yang benar

VII. Pustaka
1. P. Hadi, dkk, pelatihan paramedis tingkat nasional dalam peningkatan pemanfaatan ASI dan rawat gabung di rumah sakit, jakarta, perinasia, 1988.
2. S. Ruli, dkk, Bunga rampe menyusui dan rawat gabung, jakarta, perinasia, 1992.
3. S. Ruli, dkk, Melindungi meningkatan dan mendukung menyusui, jakarta, perinasia, 1994.

VIII. Lampiran
1. Materi
2. Leaflet












LAMPIRAN

PERAWATAN PAYUDARA IBU MENYUSUI

Pendahuluan
Perawat sebagai petugas kesehatan dituntut kemampuannya untuk ikut bertanggungjawab dalam melaksanakan upaya peningkatan dan penggunaan air susu Ibu (ASI). Sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak melalui program pemasyarakatan ASI, maka perawat juga dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen laktasi. Hal ini berarti perawat harus mampu berperan sebagai pendukung dan inovator yang akan membentuk perilaku masyarakat dalam mengembangkan kesehatan pada umumnya dan penggunaan ASI pada khususnya.
Mengingat banyak terjadi perubahan perilaku dalam masyarakat khususnya ibu – ibu yang cenderung menolak menyusui bayinya sendiri terutama pada ibu – ibu yang bekerja dengan alasan air susunya hanya sedikit atau tidak keluar sama sekali, keadaan ini memberikan dampak negatif terhadap status kesehatan, gizi, serta tingkat kecerdasan anak. Oleh karena itu untuk menanggulangi permasalahan diatas perlu dilakukan upaya preventif dan promotif dalam meningkatkan penggunaan ASI dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara ibu menyusui, sehingga membantu pengeluaran ASI secara lancar.

Pengertian
Perawatan payudara adalah suatu cara yang dilakukan untuk merawat payudara agar air susu keluar dengan lancar.

Manfaat Perawatan Payudara
1. Menjaga kebersihan payudara, terutama kebesihan putting susu agar terhindar dari infeksi
2. Melunakkan serta memperbaiki bentuk putting susu sehingga bayi dapat menyusu dengan baik
3. Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi asi lancar
4. Mengetahui secara dini kelainan putting susu dan melakukan usaha-usaha untuk mengatasinya
5. Persiapan psikis ibu menyusui
Cara melakukan perawatan payudara ibu menyusui
1. Persiapan alat
Alat yang dibutuhkan :
 Handuk
 Kapas
 Minyak kelapa / baby oil
 Waslap
 2 Baskom (masing-masing berisi air hangat dan dingin )
2. Prosedur perawatan
1. Buka pakaian ibu
2. Letakkan handuk diatas pangkuan ibu dan tutuplah payudara dengan handuk.
3. Buka handuk pada daerah payudara.
4. Kompres putting susu dengan menggunakan kapas minyak selama 3-5 menit.
5. Bersihkan dan tariklah putting susu keluar terutama untuk putting susu yang datar.
6. Ketuk-ketuk sekeliling putting susu dengan ujung-ujung jari.
7. Kedua telapak tangan dibasahi dengan minyak kelapa
8. Kedua telapak tangan diletakkankan diantara kedua payudara
9. Pengurutan dimulai kearah atas, samping, telapak tangan kiri kearah sisi kiri, telapak tangan kanan kearah sisi kanan
10. Pengurutan diteruskan kebawah, samping, selanjutnya melintang, telapak tangan mengurut kedepan kemudian dilepas dari kedua payudara.
11. Telapak tangan kanan kiri menopang payudara kiri, kemudian jari-jari tangan kanan sisi kelingking mengurut payudara kearah putting susu.
12. Telapak tangan kanan menopang payudara dan tangan lainnya menggengam dan mengurut payudara dari arah pangkal ke arah putting susu.
13. Payudara disiram dengan air hangat dan dingan secara bergantian kira-kira 5 menit ( air hangat dahulu)
14. Keringkan dengan handuk
15. pakailah BH khusus untuk ibu menyusui ( BH yang menyangga payudara )
3. Keuntungan menyusui
 Bayi akan memperoleh makanan yang terbaik yaitu ASI
 Praktis, tidak merepotkan karena ibu tidak harus menyediakan minum untuk bayi, seperti mengencerkan susu, menghangatkan susu, mencuci alat-alat minuman dan lain-lain
 Tidak memerlukan biaya karena ibu tidak perlu membeli susu untuk bayi serta alat-alat yang diperlukan seperti : botol alat pengencer dan lain-lain
 Menyusu dapat mempererat hubungan kasih sayang antara ibu dan anak
4. Tanda-tanda menyusui yang benar
 Bayi cukup tenang
 Mulut bayi terbuka lebar
 Bayi menempel betul pada ibu
 Mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara ibu
 Seluruh areola tertutup mulut bayi
 Bayi nampak pelan-pelan menghisap dengan kuat
 Putting susu ibu tidak terasa nyeri
 Posisi ibu menyusui duduk, berbaring, berdiri dan digendong
5. Cara menyusui yang benar
Sanggalah payudara dengan keempat jari pada tangan yang tidak menyangga bayi dan ibu jari dibagian atas bantulah bayi menemukan putting.

Soal
1. Jelaskan pengertian perawatan payudara ?
2. Jelaskan manfaat perawatan payudara ?
3. Sebutkan salah satu keuntungan menyusui ?
4. Sebutkan bahan-bahan yang diperlukan untuk merawat payudara ?








SATUAN ACARA PENGAJARAN

POKOK BAHASAN : Keluarga Berencana
SUB POKOK BAHASAN : Konseling Keluarga Berencana
HARI / TANGGAL : Jum’at, 26 Agustus 2005
WAKTU : 30 menit
SASARAN : Ny. S, Ny. D, Ny. A dan Ny. F
TEMPAT : Ruang Post Partum Intensif RSDK Semarang

1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Pasien dapat menjelaskan macam – macam dan cara penggunaan alat kontrasepsi

2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Pasien dapat memilih salah satu metode kontrasepsi yang akan digunakan

3. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
No TAHAP WAKTU KEGIATAN MEDIA
1 Pembukaan 5 menit  Mengucapkan salam
 Memperkenalkan diri
 Menjelaskan maksud dan tujuan
 Apersepsi dengan menggali pengetahuan klien tentang KB



2 Pelaksanaan 20 menit  Menjelaskan materi :
1. Pengertian keluarga berencana
2. Macam-macama alat kontrasepsi
3. Penggunaan dan efek samping
 Memberi kesempatan klien untuk memilih salah satu metode kontrasepsi •
Leaflet
3 Penutup 5 menit  Mengakhiri kegiatan
 Menutup dengan salam •


4. METODA
Pendidikan kesehatan dilakukan dengan ceramah, tanya jawab ( diskusi ), dan demonstrasi

5. EVALUASI
 Standar persiapan
a. Menyiapkan materi penyuluhan
b. Menyiapkan tempat
c. Menyiapkan alat peraga
d. Menyiapkan leaflet
 Standar proses
a. Membaca buku referensi tentang Keluarga Berencana
b. Memberi penyuluhan dan mendemonstrasikan macam – macam dan cara – cara penggunaan alat kontrasepsi
 Standar hasil
a. Klien mampu menyebutkan macam – macam dan cara – cara penggunaan alat kontrasepsi
b. Klien dapat memilih salah satu metode kontrasepsi yang digunakan

6. PUSTAKA
• Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Membangun Keluarga Sejahtera
• Panduan Teknik Konseling Pelayanan Kontrasepsi
• Keluarga Berencana, www.medicastore.com/infopenyakit/
• Mengenal kontrasepsi, www.information.com/kontrasepsi/

LAMPIRAN
• Materi konseling Keluarga Berencana
• Leaflet







LAMPIRAN

MATERI KONSELING KELUARGA BERENCANA.

A. Definisi Kontrasepsi
Kontrasepsi adalah suatu cara untuk menghindari / mencegah terjadinya kehamilan akibat pertemuan sel telur yang matang dengan sperma.

B. Macam-macam Alat Kontrasepsi ( KB )
1. Metode Kontrasespsi Sederhana
a. Sengama terputus
• Cara penggunaan : mengeluarkan penis dari vagina ketika akan ejakulasi.
• Keuntungan : tanpa biaya
• Kelemahan : memerlukan penguasaan diri yang kuat, kemungkinan ada sedikit cairan yang mengandung spermatozoa tertumpah dan masuk ke vagina sehingga dapat mengakibatkan kehamilan.
b. Metode kalender
• Cara penggunaan : menghitung masa subur wanita dan menghindari melakukan hubungan seksual di masa subur.
• Keuntungan : tanpa biaya
• Kelemahan : pasangan sulit untuk bisa mentaati.

2. Metode Kontrasepsi dengan alat / obat
a. Kondom
Kondom adalah sarung untuk alat kelamin pria yang terbuat dari karet tipis yang digunakan untuk menampung sperma agar tidak masuk kedalam vagina.
• Cara penggunaan : disarungkan pada penis, dari ujung hingga pangkal, pada saat akan melakukan hubungan seksual.
• Keuntungan : murah, mudah didapat, dapat digunakan sewaktu-waktu, dapat mencegah penularan penyakit kelamin.
• Kerugian :selalu harus memakai kondom baru, mengganggu kenyamanan dalam melakukan hubungan seksual, dapat sobek jika menggunakannya tergesa-gesa.
• Efek samping : alergi terhadap kondom (jarang terjadi), lecet-lecet pada kemaluan pria akibat pemakaian yang tergesa-gesa / kurang pelicin.
b. Tisu KB
Tisu KB adalah kertas tipis yang mengandung spermatisida.
• Cara penggunaan : remaslah tisu KB menjadi gumpalan kecil, masukkan ke dalam vagina, dorong hingga menyentuh mulut rahim. Tunggu 2-5 menit sebelum berhubungan.
• Kelemahan : harus digunakan 2-5 menit sebelum melakukan hubungan seksual.
• Efek samping : gatal-gatal, peningkatan pengeluaran cairan vagina, iritasi dinding vagina.
c. Pil KB
Pil atau tablet yang berisi zat yang berguna untuk mencegah lepasnya sel telur dari indung telur.
• Cara penggunaan : diminum setiap hari, tidak boleh lupa.
Pil dengan kemasan 21 tablet diminum pada hari ke 5 haid.
Pil dengan kemasan 28 tablet diminum pada hari pertama haid.
• Keuntungan : mudah penggunaannya, mengurangi rasa sakit pada waktu haid, mengurangi risiko kanker ovarium, cocok untuk PUS muda.
• Kerugian : memerlukan displin tinggi, kembalinya kesuburan agak lambat, tidak dianjurkan untuk wanita diatas usia 30 tahun.
• Kontra indikasi : penyakit jantung, varises, darah tinggi, perdarahan pervaginam, migrain.
• Efek samping : perdarahan, perubahan BB, kloasma, pusing.
d. Suntikan KB
Depo provera dan Noristrat
Suntik KB adalah obat suntik yang berisi zat yang dapat mencegah lepasnya sel telur dari indung telur, mengentalnya lendir mulut rahim sehingga sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim dan menipiskan selaput lendir rahim sehingga calon janin tak dapat tertanam dalam rahim.
• Cara penggunaan : Depo provera disuntikkan tiap 3 bulan sekali. Noristrat disuntikkan setiap 2 bulan selama 4 kali suntikan pertama, selanjutnya tiap 3 bulan.
• Keuntungan : praktis dan efektif, aman dan cocok digunakan bagi ibu yang sedang menyusui anaknya, karena tidak mempengaruhi produksi air susu ibu (ASI)
• Efek samping : terlambat haid, terjadi bercak perdarahan di luar haid, keputihan, jerawat, perubahan berat badan, dan lain-lain
• Kontra indikasi : Hamil, keluarnya darah dari rahim yang tidak normal, keganasan penyakit jantung, hati, tekanan darah tinggi, kencing manis dan penderita penyakit paru-paru berat.
e. Susuk KB.
Susuk KB adalah 6 kapsul kecil, ramping berisi obat yang dipasang dibawah kulit lengan atas bagian dalam untuk dipakai selama 5 tahun.
• Cara penggunaan : Dengan memasukkan susuk KB di bawah kulit lengan wanita bagian atas oleh dokter dan bidan terlatih
• Keuntungan : praktis, tidak menekan produksi ASI, tidak ada faktor lupa, dapat digunakan pada wanita yang tidak cocok dengan hormon estrogen.
• Kekurangan : lebih mahal, harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih.
• Efek samping : gangguan haid, mual, muntah timbul jerawat, BB bertambah.
• Kontra indikasi : wanita hamil, perdarahan pervaginam, penyakit jantung, darah tinggi, kencing manis.
f. IUD / Spiral
IUD adalah alat kontrasepsi yang ditempatkan dalam rahim wanita yang terbuat dari plastik khusus yang diberi benang pada ujungnya sebagai kontrol.
• Cara penggunaan : IUD dipasang pada rongga rahim wanita oleh dokter atau bidan terlatih.
• Keuntungan : praktis, ekonomis, aman dan mudah dikontrol.
• Efek samping : adanya rasa nyeri dan mulas beberapa saat setelah pemasangan, ada bercak – bercak perdarahan dll.
• Kontra indikasi : wanita hamil, peradangan leher rahim, kanker rahim.
g. Vasektomi
Operasi kecil untuk menghalangi transport sperma di saluran air mani.
• Cara penggunaannya : dengan operasi.
• Keuntungan : efektif, proses operasi cepat, tidak perlu dirawat di RS.
• Kelemahan : harus dengan tindakan pembedahan, tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin mempunyai anak lagi.
• Efek samping : ada kemungkinan komplikasi seperti perdarahan dan infeksi.
• Kontra indikasi : penderita DM tidak terkontrol.
h. Tubektomi.
• Cara penggunaannya : dengan operasi
• Keuntungan : efektif, angka kegagalan sterilisasi rendah, komplikasi terbilang kecil, biaya murah.
• Kelemahan : harus dengan tindakan pembedahan, tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin mempunyai anak lagi.
• Kontra indikasi : penyakit jantung, paru-paru, hernia umbilikalis, hernia inguinalis atau labialis.






SATUAN ACARA PENGAJARAN

Pokok Bahasan : Keluarga Berencana
Sub Pokok Bahasan : Pemilihan Alat Kontrasepsi
Hari / Tanggal : Selasa, 13 September 2005
Waktu : 30 menit
Sasaran : Ny. Y
Tempat : Puskesmas Mangkang

I. Tujuan Instruksional Umum
PUS menjelaskan macam–macam cara penggunaan metode kontrasepsi.

II. Tujuan Instruksional Khusus
PUS memilih salah satu metode kontrapsi yang akan digunakan

III. Kegiatan Pengajaran
No TAHAP WAKTU KEGIATAN MEDIA
1 Pembukaan 5 menit  Mengucapkan salam
 Memperkenalkan diri
 Menjelaskan maksud dan tujuan
 Apersepsi dengan menggali pengetahuan keluarga tentang KB



2 Pelaksanaan 20 menit  Menjelaskan materi :
1. Pengertian keluarga berencana
2. Macam-macama alat kontrasepsi
3. Penggunaan dan efek samping
 Memberi kesempatan keluarga untuk memilih salah satu metode kontrasepsi •
Leaflet
3 Penutup 5 menit  Mengakhiri kegiatan
 Menutup dengan salam •

IV. MEDIA
Leaflet
V. METODE PELAKSANAAN
Pendidikan kesehatan dilakukan dengan ceramah, tanya jawab (diskusi)

VI. Tempat
Ruang BKIA Puskesmas Mangkang
VII. Evaluasi
PUS dapat memilih metode kontrasepsi yang akan digunakan. : kondom,tisu KB, Pil KB, Suntikan KB, susuk KB,IUD/spiral.

VIII. DAFTAR PUSTAKA
• Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Membangun Keluarga Sejahtera
• Panduan Teknik Konseling Pelayanan Kontrasepsi
• Keluarga Berencana, www.medicastore.com/infopenyakit/
• Mengenal kontrasepsi, www.information.com/kontrasepsi/

























MATERI KONSELING KELUARGA BERENCANA.

A. Definisi Kontrasepsi
Menghindari / mencegah terjadinya kehamilan akibat pertemuan sel telur yang matang dengan sperma.

B. Macam-macam Alat Kontrasepsi ( KB )
1. Metode Kontrasespsi Sederhana
a. Sengama terputus
• Cara penggunaan : mengeluarkan penis dari vagina ketika akan ejakulasi.
• Keuntungan : tanpa biaya
• Kelemahan : memerlukan penguasaan diri yang kuat, kemungkinan ada sedikit cairan yang mengandung spermatozoa tertumpah daqn masuk ke vagina sehingga dapat mengakibatkan kehamilan.
b. Metode kalender
• Cara penggunaan : menghitung masa subur wanita dan menghindari melakukan hubungan seksual di masa subur.
• Keuntungan : tanpa biaya
• Kelemahan : pasangan sulit untuk bisa mentaati.

2. Metode Kontrasepsi dengan alat / obat
a. Kondom
Kondom adalah sarung untuk alat kelamin pria yang terbuat dari karet tipis. Berguna untuk menampung sperma agar tidak masuk kedalam vagina.
• Cara penggunaan : disarungkan pada penis, dari ujung hingga pangkal, pada saat akan melakukan hubungan seksual.
• Keuntungan : murah, mudah didapat, dapat digunakan sewaktu-waktu, dapat mencegah penularan penyakit kelamin.
• Kerugian :selalu harus memakai kondom baru, mengganggu kenyamanan dalam melakukan hubungan seksual, dapat sobek jika menggunakannya tergesa-gesa.
• Efek samping : alergi terhadap kondom (jarang terjadi), lecet-lecet pada kemaluan pria akibat pemakaian yang tergesa-gesa / kurang pelican.

b. Tisu KB
Kertas tipis yang mengandung spermatisida.
• Cara penggunaan : remaslah tisu KB menjadi gumpalan kecil, masukkan ke dalam vagina, dorong hingga menyentuh mulut rahim. Tunggu 2-5 menit sebelum berhubungan.
• Kelemahan : harus digunakan 2-5 menit sebelum melakukan hubungan seksual.
• Efek samping : gatal-gatal, peningkatan pengeluaran cairan vagina, iritasi dinding vagina.

c. Pil KB
Pil atau tablet yang berisi zat yang berguna untuk mencegah lepasnya sel telur dari indung telur.
• Cara penggunaan : diminum setiap hari, tidak boleh lupa.
Pil dengan kemasan 21 tablet diminum pada hari ke 5 haid.
Pil dengan kemasan 28 tablet diminum pada hari pertama haid.
• Keuntungan : mudah penggunaannya, mengurangi rasa sakit pada waktu haid, mengurangi risiko kanker ovarium, cocok untuk PUS muda.
• Kerugian : memerlukandisplin tinggi, kembalinya kesuburan agak lambat, tidak dianjurkan untuk wanita diatas usia 30 tahun.
• Kontra indikasi : penyakit jantung, varises, darah tinggi, perdarahan pervaginam, migrain.
• Efek samping : perdarahan, perubahan BB, kloasma, pusing.

d. Suntikan KB
Depo provera dan Noristerat
Suntik KB adalah obat suntik yang berisi zat yang dapat mencegah lepasnya sel telur dari indung telur, mengentalnya lendir mulut rahim sehingga sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim dan menipiskan selaput lendir rahim sehingga calon janin tak dapat tertanam dalam rahim.
• Cara penggunaan : Depo provera disuntikkan tiap 3 bulan sekali. Noristrat disuntikkan setiap 2 bulan selama 4 kali suntikan pertama, selanjutnya tiap 3 bulan.
• Keuntungan : praktis dan efektif, aman dan cocok digunakan bagi ibu yang sedang menyusui anaknya, karena tidak mempengaruhi produksi air susu ibu (ASI)
• Efek samping : terlambat haid, terjadi bercak perdarahan di luar haid, keputihan, jerawat, perubahan berat badan, dan lain-lain
• Kontra indikasi : Hamil, keluarnya darah dari rahim yang tidak normal, keganasan penyakit jantung, hati, tekanan darah tinggi, kencing manis dan penderita penyakit paru-paru berat.

e. Susuk KB.
Susuk KB adalah 6 kapsul kecil, ramping berisi obat yang dipasang dibawah kulit lengan atas bagian dalam untuk dipakai selama 5 tahun.
• Cara penggunaan : Dengan memasukkan susuk KB di bawah kulit lengan wanita bagian atas oleh dokter dan bidan terlatih
• Keuntungan : praktis, tidak menekan produksi ASI, tidak ada faktor lupa, dapat digunakan pada wanita yang tidak cocok dengan hormon estrogen.
• Kekurangan : lebih mahal, harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih.
• Efek samping : gangguan haid, mual, muntah timbul jerawat, BB bertambah.
• Kontra indikasi : wanita hamil, perdarahan pervaginam, penyakit jantung, darah tinggi, kencing manis.

f. IUD / Spiral
IUD adalah alat kontrasepsi yang ditempatkan dalam rahim wanita. Terbuat dari plastik khusus yang diberi benang pada ujungnya sebagai kontrol.
• Cara penggunaan : IUD dipasang pada rongga rahim wanita oleh dokter atau bidan terlatih.
• Keuntungan : praktis, ekonomis, aman dan mudah dikontrol.
• Efek samping : adanya rasa nyeri dan mulas beberapa saat setelah pemasangan, ada bercak – bercak perdarahan dll.
• Kontra indikasi : wanita hamil, peradangan leher rahim, kangker rahim.

g. Vasektomi
Operasi kecil untuk menghalangi transport sperma di saluran air mani.
• Cara penggunaannya : dengan operasi.
• Keuntungan : efektif, proses operasi cepat, tidak perlu dirawat di RS.
• Kelemahan : harus dengan tindakan pembedahan, tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin mempunyai anak lagi.
• Efek samping : ada kemungkinan komplikasi seperti perdarahan dan infeksi.
• Kontra indikasi : penderita DM tidak terkontrol.

h. Tubektomi.
• Cara penggunaannya : dengan operasi
• Keuntungan : efektif, angka kegagalan sterilisasi rendah, komplikasi terbilang kecil, biaya murah.
• Kelemahan : harus dengan tindakan pembedahan, tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin mempunyai anak lagi.
• Kontra indikasi : penyakit jantung, paru-paru, hernia umbilikalis, hernia inguinalis atau labialis.






Pokok Bahasan : Komunikasi Informasi dan Edukasi
Sub Pokok Bahasan : Pendidikan Kesehatan Tentang Vasektomi
Waktu Pertemuan : 30 Menit
Sasaran : Pasangan

A. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan pasangan mampu memahami tentang vasektomi dan dapat mengambil keputusan.
2. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan pasangan diharapkan daapt mengerti tentang :
a. Pengertian vasektomi
b. Keuntungan vasektomi
c. Kerugiaan vasektomi
d. Kontra indikasi vasektomi
e. Komplikasi vasektomi
f. Penerimaan vasektomi
g. Penatalaksanaan vasektomi

B. KEGIATAN PENDIDIKAN KESEHATAN
NO TAHAP KEGIATAN KEGIATAN MEDIA
1. PEMBUKAAN a. Memberi salam
b. Memperkenalkan diri
c. Menjelaskan tujuan pendidikan kesehatan TOA
2. PENYAMPAIAN MATERI a. Menjelaskan pengertian vasektomi
b. Menjelaskan keuntungan vasektomi
c. Menjelaskan kerugian vasektomi
d. Menjelaskan kotra indikasi vasektomi
e. Menjelaskan tentang komplikasi vasektomi
f. Menjelaskan penerimaan vasektomi
g. Menjelaskan penatalaksanaan vasektomi
Leaflet dan gambar
3. PENUTUP a. Memberikan kesimpulan
b. Menanyakan pasangan tentang kejelasan materi yang di sampaikan
c. Memberikan pertanyaan
d. Menutup pertemuan
e. Memberi salam TOA

C. METODE
- Ceramah
- Tanya jawab
D. MEDIA
- TOA
- Leaflet
- Gambar
E. EVALUASI
1. Sebutkan pengertian vasektomi !
2. Sebutkan keuntungan vasektomi!
3. Sebutkan kerugian vasektomi !
4. Sebutkan kontra indikasi vasektomi !
5. Sebutkan koplikasi vasektomi !
6. Sebutkan penerimaan vasektomi !
7. Jelaskan penatalaksanaan vasektomi !
LAMPIRAN MATERI
A. PENGERTIAN
Merupakan suatu metode kontrasepsi operatif minor pada pria yang aman, sederhana dan efektif yang memerlukan waktu singkat dengan anestesi lokal.
B. KEUNTUNGAN VASEKTOMI
1. Efektif
2. Aman, morbiditas rendah dan hampir tidak ada mortalitas
3. Sederhaan
4. Cepat, waktu 5 – 10 menit
5. Menyenangkan bagi akseptor karena menggunakan anestesi lokal saja
6. Biaya rendah
7. Secara kultural dianjurkan di negara-negara dimana wanita merasa malu untuk ditangani oleh dokter pria, karena kurangnya dokter wanita atau paramedis wanita.
C. KERUGIAN VASEKTOMI
1. Diperlukan suatu tindakan medis
2. Kadang-kadang menyebabkan komplikasi : perdarahan / infeksi
3. Belum memberikan perlindungan total sampai semua spermatozoa yang sudah ada dalam sistem reproduksi distal dari tempat oklusi vas deferens dikeluarkan
4. Problem spikologis
D. KONTRA INDIKASI
1. Infeksi kulit lokal misal scabies
2. Infeksi traktus genetalia
3. Kelainan skrotum dan sekitarnya
a. Varicela
b. Hidrocele besar
c. Piliriasis
d. Hernia inguinalis
e. Orchiopecy
f. Luka parut bekas poerasi hernia
g. Skrotum yang sangat tebal
h. Penyakti sistemik : penyakit–penyakit perdarahan, diabetes millitus, penyakit jantung koroner
i. Riwayat perkawinan dan psikologis atau seksual yang tak stabil
E. KOMPLIKASI
- Hampir tidak ada resiko trauma
- Infeksi serius sangat rendah
- Tidak ada kematian yang berhubungan dengan anestesi
F. PENERIMAAN
- Bekas luka parut hampir tidak terlibat
- Reversibilitas sedikit lebih tinggi
- Biaya lebih tinggi
G. PROSEDUR
 Personil
- Dapat dikerjakan sendiri, dengan atau tanpa asisten
- Dapat dikerjakan oleh paramedis yang terlatih
- Waktu operasi lebih singkat ( ½ waktu operasi kontap wanita )

 Peralatan
- Hanya memerlukan peralatan bedah sederhana / standart
- Dapat dikerjakan dengan anestesi lokal
H. EFEK SAMPING
Tidak ditemukan adanya efek samping



SUMBER :
Dr. HANAFI HARYANTO, KELUARGA BERENCANA dan KONTRASEPSI, PUSTAKA SINAR HARAPAN. 1996, Jakarta.





SATUAN ACARA PENGAJARAN

Pokok Bahasan : Perawatan Post Natal
Sub Pokok Bahasan : Senam Nifas
Hari / Tgl : Selasa, 26 Oktober 2004
Waktu : 30 Menit
Sasaran : Ibu Post Partum
Tempat : Ruang IRNA B3 RSDK Semarang



I. TUJUAN

a. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti proses pembelajaran ibu mengetahui tentang senam nifas dengan benar

b. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti proses pembelajaran ibu diharapkan dapat :
1. Melakukan latihan pembentukan postur tubuh
2. Melakukan latihan pernafasan
3. Melakukan latihan otot dasar panggul
4. Melakukan latihan mempertahankan elastisitas sendi otot dan ligamen
5. Melakukan latihan mengencangkan otot buah dada








II. Kegiatan Pengajaran


NO
TAHAP
KEGIATAN
MEDIA
1. Pembukaan
( 5 menit )  Perkenalan
 Menjelaskan tujuan
 Apersepsi dengan cara menggali pengetahuan yang dimiliki ibu menyusui tentang senam nifas
2. Pelaksanaan
( 20 menit )  Menjelaskan materi dan demonstrasi tentang senam nifas
 Menjelaskan waktu pelaksanaan senam nifas
 Mendemonstrasikan senam nifas Leaflet





3. Penutup
( 5 menit )  Menyimpulkan materi
 Mengevalusi ibu tentang materi yang telah diberikan
 Mengakhiri pertemuan


III. Media
1. Leaflet

IV. Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi



V. Evaluasi
1. Standart Persiapan
a. Menyiapkan materi penyuluhan
b. Menyiapkan tempat
c. Menyiapkan leaflet
2. Standart Proses
a. Membaca buku referensi tentang senam nifas
b. Memberi penyuluhan dan mendemonstrasikan senam nifas
3. Evaluasi hasil
a. Ibu mampu melakukan latihan pembentukan postur tubuh
b. Ibu mampu melakukan latihan pernafasan
c. Ibu mampu melakukan latihan otot dasar panggul
d. Ibu mampu Melakukan latihan mempertahankan elastisitas sendi otot dan ligamen
e. Ibu mampu Melakukan latihan mengencangkan otot buah dada


VI. Pustaka
1. V. Ruth Bennett, 1996, Myles Text book For midwivs, Churchill Livingstone, Edinburg London.
2. PUSDIKNAKES – WHO – JHPIEGO, 2001, Panduan pengajaran asuhan Kebidanan Fisiologis Bagi Dosen Diploma III Kebidanan, Buku 4, Asuhan Kebidanan Post Partum, Jakarta.
3. Bobak dkk. 1995 Maternity Nursing, Edisi 4, Mosby, St Louis.

VII. Lampiran
1. Materi
2. Leaflet




LAMPIRAN MATERI
SENAM NIFAS

A. Pendahuluan
Masa nifas adalah masa yang diperlukan untuk pemulihan kembali alat-alat kandungan yang mempunyai jarak waktu 6 minggu. Perubahan – perubahan yang terjadi dapat secara psikis maupun fisik.
1. Secara psikis :
a. Kebanggan pada ibu
b. Terajdi ikatan batin dalam keluarga (ayah, ibu dan anak)
2. Secara fisik
a. Infolusi
Proses kembalinya alat kandungan dan jalan lahir mendekati seperti sebelum melahirkan. Perubahan yang terjadi terdiri dari :
• Involusi rahim
• Perubahan pembuluh darah
• Perubahan saluran kencing
• Involusi tempat plasenta
• Perubahan servik
• Perubahan dinding perut
b. Laktasi
Proses pembentukan dan pengeluaran ASI
Ada berbagai faktor yang menentukan kesiapan ibu dalam memulai senam nifas :
• Tingkat kesegaran tubuh sebelum kelahiran bayi
• Adakah mengalami kesulitan melahirkan
• Apakah bayinya mudah dilayani atau rewel

B. Tujuan :
Memperbaiki sirkulasi darah, sikap tubuh, otot dasar panggul, otot perut, memperbaiki regangan otot tungkai bawah dan mengencangkan buah dada serta memperlancar pengeluaran lokhea dan menghindari kelainan lain seperti emboli, trombus, dsb
C. Waktu
Pelaksanaannya tergantung kondisi ibi sehabis melahirkan dan anjuran petugas kesehatan. Namun pada umumnya dilaksanakan 48 sesudah melahirkan bagi primipara dan 24 jam sesudah melahirkan bagi multipara.

D. Jenis latihan
1. Latihan otot perut, metode yang digunakan :
a. Abdominal breathing
b. Buttocks lift
c. Kombinasi abdominal breathing dan buttocks lift
2. Latihan otot panggul, metode yang digunakan :
a. Double knee role
b. Single knee role
c. Leg role
3. Latihan otot dada, metode yang digunakan : arm raises.

E. Pelaksanaan Senam Nifas
1. Metode Abdominal Breathing (Pernafasan Perut)
a. Tujuan
Agar perut tidak buncit dan postur tubuh yang baik dan seimbang dengan pinggul
b. Teknis pelaksanaan
• Tidur terlentang dengan lutut ditekuk
• Tarik nafas dalam melalui hidung
• Usahakan tulang dada tidak bergerak dan usahakan perut mengembang
• Keluaran nafas pelan tapi kuat dengan menggunakan otot perut
• Keluarkan nafas dalam waktu 3-5 detik
• Kemudian relaks
2. Metode Reach for Knees (menjangkau lutut)
a. Tujuan
Agar perut tidak buncit dan postur tubuh yangbaik dan seimbang dengan pinggul
b. Teknis pelaksanaan :
• Tidur terlentang dengan lutut ditekuk
• Saat tarik nafas dalam letakkan dagu di atas dada
• Saat mengeluarkan nafas angkat kepala dan bahu pelan-pelan dan raih lutut dengan mengulurkan tangan dengan penuh
• Badan diangkat kira-kira 15 – 20 cm sementara pinggang tetap di lantai/tempat tidur
• Dengan pelan dan lembut bagian bawah kepala dan bahu dikembalikan seperti keadaan pada saat dimulai.
• Kemudian santai

3. Metode Combined abdominal breathing and supine pelvic tilt (kombinasi pernafasan perut dengan terlentang dan memiringkan pelvis)
a. Tujuan
Agar perut tidak buncit dan postur tubuh yang baik dan seimbang dengan pinggul
b. Teknis pelaksanaan
• Tidur telentang dengan lutut ditekuk
• Saat tarik nafas dalam, gulingkan pelvis ke belakang tangan dengan menempelkan tulnag belakang pada lantai/tempat tidur
• Keluarkan nafas pelan, kuat dengan megnencangkan otot perut dan otot pantat
• Usahakan keluarkan nafas dalam waktu 3 – 5 detik
• Kemudian relaks

4. Metode Buttocks Lift (mengangkat bokong)
a. Tujuan
Agar perut tidak buncit dan postur tubuh yangbaik dan seimbang dengan pinggul
b. Teknis pelaksanaannya
• Tidur telentang dengan lutut ditekuk dan kedua tangan disamping
• Pelan-pelan angkat pantat dan punggung bawah
• Kembali ke posisi awal

5. Metode Single Knee Roll (menggulingkan satu kaki)
a. Tujuan
Agar perut tidak buncit dan postur tubuh yang baik dan seimbang dengan pinggul
b. Teknis pelaksanaan
• Tidur telentang, lutut kanan lurus dan lutut kiri ditekuk
• Usahakan agar bahu tetap menempel pada lanati
• Pelan gulingkan lutut kiri ke kanan hingga menyentuh lantai, kemudian kembali ke posisi awal
• Demikian pada lutut kanan
• Kemudian relaks
6. Metode Double Knee Roll (Menggulingkan kedua lutut)
a. Tujuan
Agar perut tidak buncit dan postur tubuh yang baik dan simbang dengan pinggul
b. Teknik pelaksanaan
• Tidur telentang dengan kedua kaki ditekuk
• Bahu tetap rata dilantai dantelapak kaki diam di tempat
• Gulingkan lutut sampai menyentuh lantai
• Angkat kembali dengan pelan
• Kemudian gulingkan ke arah lain hinggamenyentuh lantai
• Kembali ke posisi semula dan relaks
7. Metode Leg Roll (Menggulingkan kaki)
a. Tujuan
Agar perut tidak buncit dan postur tubuh yang baik dan seimbang dengan pinggul
b. Teknis pelaksanaan
• Tidur telentang kaki lurus dan bahu datar
• Angkat kaki kiri dengan pelan dan gulingkan ke kanan melewati kaki kanan hingga menyentuh lantai
• Kembali ke posisi awal
• Bergantian untuk kaki kanan
• Kembali relaks

8. Metode Arm Raises (Mengangkat kedua tangan)
a. Tujuan
Agar perut tidak buncit dan postur tubuh yang baik dan seimbang dengan pinggul
b. Teknik pelaksanaan
• Tidur telentang dengan kedua tangan direntangkan ke samping hingga embentuk sudut 90ºdari tubuh
• Angkat kedua tangan tegak lurus hingga saling bersentuhan
• Turunkan tangan perlahan ke posisi awal

F. PENUTUP
Senam post partum sangat penting untuk dilakukan secara teratur dan benar sehingga memperoleh hasil yang baik dan terhindar dari kelainan yang tidak diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA

Bobak, L.M, Lowdermilk, D.L. Jensen, I.D. 1995. Maternity Nursing. Edisi 4. mosby, St Louis
Pusdiknakes WHO JHPIEGO. 2001. Buku 4 Asuhan Kebidanan Post Partum. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan Fisiologis Bagi Dosen Diploma III Kebidanan. Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar