Sabtu, 20 Juni 2009

Elektrokardiogram


ELEKTROKARDIOGRAM (EKG) NORMAL

A. Pengertian
Elektrokardiogram (EKG atau ECG) adalah grafik yang merekam perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu. Elektrodiografi adalah ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan potensial atau perubahan voltage yang terdapat dalam jantung (Brunner & Suddarth. 2000).

B. Gambar EKG normal


Keterangan :
 garis putus-putus hijau adalah garis isoelektrik
 garis putus-putus merah adalah interval PR, durasi normal adalah < 5 kotak kecil atau < 0,2 detik.
 Garis putus-putus biru adalah komplek QRS, durasi normal < 3 kotak kecil atau < 0,12 detik
 Garis putus-putus hitam adalah adalah interval PR
 Garis kuning adalah segmen ST
 Gelombang P adalah defleksi positif pertama, gambarnya menyerupai bukit-cembung keatas.
 Gelembang Q adalah defleksi negatif pertama sebelum gelombang R, bentuknya kerucut menghadap kebawah, tetapi kadang-kadang gelombang ini hampir tidak kelihatan.
 Gelombang S adalah defleksi negatif pertama setelah gelombang R. Gelombang R sendiri membentuk kerucut yang selalu menghadap keatas, kecuali di lead aVR atau pemasangan elektroda ekstremitasnya terbalik. dan Gelombang T berbentuk seperti bukit letaknya setelah kompleks QRS

C. Segmen ST Normal dan Segmen ST Abnormal
1. Segmen ST Normal
Diukur dari akhir gelombamg S sampai awal gelombang T. Segmen ini normalnya isoelektris, tetapi pada lead prekordial dapat bervariasi dari -0,5 sampai +2 mm. Segmen ST yang naik disebut ST elevasi, dan yang turun disebut ST depresi.
2. Segmen ST abnormal untuk menentukan adanya tanda ischemia/ infark miokard
a. Iskhemia Miokard
 Ditandai dengan adanya depresi segmen ST > 1 mm pada satu atau lebih sadapan (penting dibedakan dengan depresi ”J point” yang normal. Keadaan ini dimulai 1-3 mm dibawah garis isoelektrik, tetapi segmen ST langsung naik tajam pada arah ke atas).
 Gelombang T terbalik
b. Infark Miokard
 Gelombang Q patologis
Pada fase akut umumnya gelombang Q patologis disertai adanya elevasi segmen ST atau hanya berupa segmen ST. Sedangkan pada sub akut atau recent gelombang EKG berupa gelombang Q patologis, segmen ST dan gelombang T normal kembali.
 Elevasi segmen ST
Merupakan tanda awal dari infark miokard dan menetap selama beberapa hari sampai 2 minggu.
 Setelah 1-3 hari gelombang T menjadi terbalik, dan biasanya mencapai puncaknya dalam 1-2 minggu, selama waktu tersebut gel T menjadi dalam dan terbalik simetris.
 Dalam 1-3 hari timbul gelombang Q patologis yang menunjukkan infark transmural.
Kriteria Q patologis:
- Durasi Q : ≥ 0,04 detik
- Rasio: Q : R : ≥ 25 %
- Kompleksi QRS dapat dipertimbangkan ekuivalen dengan gel Q (kriteria ini bila ditemukan hanya di sadapan III, aVL atau V1, tidak dapat digunakan untuk menentukan diagnostik infark).

Lokasi infark/iskhemia : kelainan disadapan :
Anterior : V2-V4
Inferior : II, III, dan aVF
Lateral : I dan V6
Posterior : V1, V2, R tinggi, T tegak
Anteroseptal : V1-V3
Anterolateral : aVL, V5-V6
Ventrikel kanan : V1, V3 R, V4 R











Gambar : ST Abnormal

a. ST elevasi (segmen ST berada diatas garis isoelektrik) artinya otot jantung sedang mengalami infark yang akut(baca:serangan jantung), dapat dilihat di lead II, III dan AVF.
b. ST depresi (segmen ST dibawah garis isoelektrik) artinya sama dengan ST elevasi hanya kedalaman infarknya yang berbeda. Pada ST elevasi otot yang infark meliputi otot jantung dalm sampai yang terluar (disebut Transmural) sedangkan pada St depresi otot yang terkena infark hanya meliputi otot jantung bagian dalam (subendocardial). ST depresi dapat dilihat di lead I dan aVL.














gambaran elektrokardiogram terdapat LBBB (Left Bundle Branch Block)
Penderita dengan nyeri dada iskhemik

1. Masalah Klinik : Penderita dengan nyeri dada iskhemik dan gambaran elektrokardiogram terdapat LBBB.
2. Strategi Tes : Periksa enzim seperti biasanya. Hanya pada penderita yang datang terlambat setelah keluhan dipertimbangkan pemeriksaan Sidikan Tc-Pyrophosphate.
3. Rasionalisasi : EKG pada penderita seperti ini tidak spesifik (60-70%). Apabila enzim tidak dapat memastikan Infark Miokard Akut, post-test probability Infark Miokard Akut menjadi 5% (apabila perkiraan pre-test probability 30%, sensitifitas EKG 80% dan spesifisitas EKG 98%). Sidikan nuklir hanya dapat membantu apabila terdapat kelainan abnormal yang fokal-regional. Pada penghitungan dibawah ini dapat dilihat implikasi dari pemeriksaan EKG diikuti pemeriksaan enzim CK-MB2
4. Kira-kiraduapertigakematian padapenderita dengan infark miokard akut terjadi diluar rumah sakit. Adanya pre hospital emergency care dengan mobile coronary care unit (MCCU) diharapkan memperbaiki prognosis dalam arti survival rate, life
5. Pada blockade cabang berkas kiri, depolarisasi ventrikel kirilah yang terlambat. Pada EKG akan tampak:
a. Kompleks QRS melebar (>0,12 detik)
b. Kompleks QRS pada sadapan yang merekam ventrikel kiri (I, aVL, V5, V6) akan menunjukkan perubahan perubahan bentuk yang khas. Gelombang R tinggi, melebar pada puncak/berlekuk dengan depresi segmen ST dan inverse gelombang T. Sadapan yang merekam ventrikel kanan (V1, V2) akan menunjukkan gelombang S yang dalam, lebar, dan terbalik.







c. Ciri-ciri Left Bundle Branch Block sama dengan RBBB yaitu Kompleks QRS melebar dan membentuk seperti huruf M. Perbedaannya terletak pada kemunculan M Shape yang pada LBBB terlihat di lead-lead kiri yaitu I, aVL,V5danV6
Gambar kertas EKG LBBB



Daftar Pustaka
1. http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://nl.ecgpedia.org/images/thumb/8/84/LBBB.png/180pxLBBB.png&imgrefurl=http://en.ecgpedia.org/wiki/LBBB&usg=__RLNzuCMyaujpMRY3ivnF10okoE=&h=306&w=180&sz=60&hl=id&start=13&tbnid=yuINNdntJWs6UM:&tbnh=117&tbnw=69&prev=/images%3Fq%3DLBBB%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG
2. http://www.swaiklan.com/education/cara-mudah-belajar-ekg.html
3. http://www.husada.co.id/files/389556937750000.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar