Senin, 15 Juni 2009

GLUMERULONEFRITIS


GLUMERULONEFRITIS

DEFINISI :
Peradangan pada glomerolus, disebabkan oleh infeksi bakteri, virus & reaksi imun yang termanifestasi proteinuria & atau hematuria

ETIOLOGI :
 Tidak diketahui
 Infeksi sekunder streptokokus
 Infeksi bakteri & virus

FAKTOR PENCETUS
 Infeksi Saluran Nafas Atas
 Reaksi alergi ( sengatan binatang, zat kimia )
 Dermatitis kontak

PREVALENSI
 Terjadi pada semua usia
- Wanita : membranosa
- Anak-anak : nefrosis lipoid
 Tidak ada perbedaan jenis kelamin
- Wanita : membranosa idiopatik
- Wanita > 40-60 tahun : Glomerulonefritis Progresif
- Remaja & dewasa : fokal glomerolus sklerosis

SKEMA PATOGENESIS

ANTIGEN ANTIGEN
Dari luar Glomerolus Dari dalam glomerolus



Komp. Imun Komp. Imun Komp. Imun
Terdapat dalam Terdapat dalam Dari Gomerolus
Sirkulasi glomerolus


GLOMERULONEFRITIS

MANIFESTASI KLINIS
 Sindroma nefritik akut
 Sindroma nefrotik
 Glomerulonefritis progresif cepat
 Kelainan urine menetap tanpa gejala
 Glomerulo nefritis kronik

PATOFISIOLOGI
 Glomerolus proliferasi & permiabel
- Proteinuria
- Hematuria
 GFR  : Sekresi air , Na , Nitrogen 
 udema
 azotemia
 Aldosteron   retensi Na & Air
 Urine : Warna (merah kehitaman), sedimen (silinder, sel darah merah), BJ  (hipoalbuminemia)

GLOMERULONEFRITIS AKUT
Streptokokus :
ISNA  Faringitis, Tonsilitis
1 – 2 minggu
Dermatitis


Tanda & gejala
 Protenuria & hematuria
 Edema & azotemia
 Moderat hipertensi
 Laju filtrasi glomerolus 
 Gejala umum awal : lelah, mual, muntah, sakit kepala, demam (ringan-sedang)
 Udema : pulmonal
 Uremia
 Enselofati
Perdarahan otak  meningeal

GLOMERULONEFRITIS AKUT NON STREPTOKOKUS
 Virus, pneumokok, endokarditis bakterialis
 Berkaitan erat dengan GNA

GLOMERULONEFRITIS PROGRESIF CEPAT
Perjalanan penyakit sangat cepat, dalam jangka waktu 6 bulan  HD  (ESRD)
Tanda & Gejala
 Awal penyakit tanpa gejala yang khas
 Mual, muntah, lemah, lelah
 Hipertensi ringan sedang
 Gejala seperti flu
 Udem
 GFR 
 Hematuria & proteinuria
 Kreatinin & ureum   GGT
 Hemoptisis

GLOMERULONEFRITIS KRONIK
 Tingkat akhir
 Kerusakan : progresif
 Akibat dari : glomerulonefritis berlangsung lama, hipertensi
 Mengakibatkan : gangguan fungsi yang ireversibel
 Kesulitan : diketahui pada stadium lanjut
 Ginjal : mengecil, karena
- jumlah nefron berkurang (karena infeksi/karena iskemia)
- proliferasi membran
- tubulus menjadi atropi, fibrosis, dinding arteri menebal
 Stadium akhir : struktur organ rusak menyeluruh

Tanda & Gejala
 GNA pasca streptokok
 Proteinuria, hipoalbuminemia
 Hipertensi : payah jantung, kerusakan ginjal >>
 Sering haus, nokturia
 Udem
 Anemia
 Sesak nafas
 Ureum darah , fosfat , kalsium 
 Urine : protein, eritrosit, leukosit, daya untuk mengkonsentrasi urine   urine encer  BJ + 1010





SINDROMA NEFROTIK

 Glomerulonefritis kronik  Sindroma Nefrotik (50%)
- Proteinuria masif > 3,5 gram.hari
- Hipoalbuminemia
- Udema
- Hiperlipidemia
 DM, Thrombosis Vena Renalis
 Secara histologik dibagi  glomerulonefritis
- Perubahan minimal
- Perubahan membranosa
- Proliferatif glomerulonefritis
 Therapi :
- Kortikosteroid
- Imunosupresif
- Diit tinggi protein, rendah garam
- Diuritik
- Infus albumin
- Aktifitas 

GLOMERULONEFRITIS
 Reaksi imunologi  glomerular berubah struktur proliferasi & inflamasi  permiabilitas terganggu.
 Antigen  eksogen  streptokokus  endogen  SLE
 Infeksi nefron & glomerolus

GLOMERULONEFRITIS AKUT
 Gangguan post infeksi = Acute postpretococcal, GN  paling sering (21 hari setelah infeksi ISPA)
 Infeksi GN  bakteri, virus, parasit

Diagnosa ditegakkan :
 Adanya infeksi
 Anti Streptolysis titer O 
 Sering pada anak-anak
 Pada orang dewasa  30% CRF

Pengkajian :
 Hematuria
 Proteinuria
 Panas, menggigil, pucat, mual, muntah, tidak nafsu makan
 Udem seluruh tubuh
 Pemeriksaan fisik : asites, pleural effusion, pulmonary udema, CHF
 Sakit kepala, hopertensi
 Nyeri abdomen
 Penglihatan  retina udema
 Oliguria – anuria





 Ditemukan :
- Cepat  akut
- Lambat, karena gejala tidak jelas
- Kebetulan  pemeriksaan urine
 Prognosis
- Cepat  14 hari
- Berminggu-minggu  baik
- Hematuri & proteinuria  bulan ke-2  >> gerak  H & P >>
- Dua tahun tidak sembuh  gagal

Tindakan
 Medik :
- Menghilangkan antigen  Streptokokus  Penicillin.
-  cairan  diuritik
- Hipertensi  Anti Hipertensi
- Sodium & Cairan dibatasi
 Pemantauan komplikasi : CHF, udem paru, tekanan intra kranial  tanda-tanda vital, I & O, B.B.

NURSING DIAGNOSIS
 Gangguan nutrisi s/d  fungsi ginjal
- kalori 
- protein 
 katabolisme protein dihindari
 ginjal istirahat
 Protein tergantung dari jumlah yang dikeluarkan untuk kebutuhan individu
- Sodium  bengkak
- Intake adekuat  anoreksia, nausea, vomiting
 Kelebihan volume cairan  urine output  keseimbangan cairan
- BB tiap hari
- Catat I & O
- Observasi udem
 Activity Intolerance
 Gangguan integritas kulit  udema
- Kebersihan
- Massage
- Posisi
- Tempat tidur
 Infeksi  mekanisme tubuh 
Glomerulonefritis kronik : > 30 tahun
 Intervensi : Long term illnes

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar